‘Beer Game’

Beberapa waktu yang lalu kelas Supply Chain Management saya mengadakan simulasi ‘Beer Game‘. Saya yang ketika itu buta sama sekali soal permainan ini mencoba cari-cari info di Paman Gugel. Ada banyak sekali informasi di sana yang terkait dengan ‘beer Game‘ ini, hanya saja sangat sedikit yang berbahasa Indonesia. Saya, yang notabene kemampuan bahasa Inggrisnya mepet, jelas merasa kesulitan. Akhirnya, berbekal sedikit pengalaman saya bermain ‘beer game‘ ini, saya ingin coba berbagi ke yang lain..barangkali ada yang kepingin belajar juga tapi kemampuan bahasa Inggrisnya mepet seperti saya :”>

 

Beer Game‘ tentu saja bukan permainan yang menawarkan bir sebagai hadiahnya :) . Istilah bir hanya digunakan untuk menarik perhatian segmen yang dituju permainan ini, yaitu para orang dewasa. Jika permainan ini diadakan untuk anak SMA mungkin anmanya bisa diganti dengan ‘ice cream game’, misalnya (wo…maksa banget :D ).

 

Pertama kali ‘beer game‘ diperkenalkan di MIT Sloan School of Management pada awal tahun 1960-an. Permainan ini akan terdiri dari empat orang dari tiap tim yang masing-masing berperan sebagai factory (pabrik), distributor, wholesaler, dan retailer. Tujuan utama permainan ini adalah meminimalisir biaya dan memaksimalkan profit dengan me-maintain semua persediaan yang dipunyai untuk memenuhi permintaan-permintaan yang ada.

 

Yang harus diwaspadai dari permainan, yang biasanya berdurasi sekitar 50 minggu dengan waktu sekitar 1 menit tiap minggunya, ini adalah terjadinya ‘bullwhip effect‘. ‘Bullwhip effect‘ secara gampang diartikan sebagai inefisiensi dalam rantai pasokan. Dapat berupa stock yang terlalu banyak atau justru terlalu sedikit.

 

Sekilas, ‘beer game‘ nampak mudah dilakukan. Akan tetapi, ternyata setelah saya menjalani sendiri, ini permainan yang bikin bingung. Di sini konsep supply chain management benar-benar harus bisa diterapkan. Ada beberapa konstrain yang membuat permainan ini sulit, antara lain:

1. tidak boleh ada percakapan antar pihak

Factory tidak boleh berbicara baik dengan lisan, tulisan ataupun melalui hati dengan pihak yang lain. Demikian juga, distributor, wholesaler, dan retailer yang tidak boleh berbicara satu sama lain.

Konsekuensi dari tidak adanya percakapan ini adalah informasi jadi tertutup. Berapa permintaan dari pembeli untuk retailer, berapa pasokan yang datang ke factory, semuanya tidak jelas tersedia. Dengan tidak adanya informasi ini, masing-masing pihak tidak akan bisa memperkirakan dengan lebih tepat berapa order yang harus diberikan pada pihak lainnya yang sekiranya bisa dipenuhi oleh pihak lain tersebut.

Dalam kehidupan nyata,informasi yang tertutup ini sangat mungkin terjadi. Kalau kata dosen saya, ini bisa terkait dengan permasalahan politik juga atau untuk menjaga kerahasiaan guna memenangkan kompetisi.

2. ada biaya yang harus ditanggung, yaitu inventory carrying cost (kos pengangkutan order) dan backlog cost (kos yang harus ditanggung karena gagal memenuhi order)

Adanya biaya ini benar-benar harus dipikirkan oleh pemain. Yang harus dipikirkan tidak hanya bagaimana meminimumkan kos di pihaknya tetapi juga bagaimana agar kos keseluruhan (empat pihak tersebut) dapat seminimum mungkin. Jika tiap pemain hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak mempertimbangkan bagaimana agar kos agregat bisa minimum, kos yang harus dikeluarkan keseluruhan pada akhir permainan biasanya justru akan lebih besar.

FYI, biasanya backlog cost lebih besar dibandingkan carrying cost. Di permainan yang saya jalani beberapa waktu lalu, backlog cost sebesar $1/unit/minggu sedangkan carrying cost sebesar $0.5/unit/minggu. Akan tetapi, dari situs lain yang saya kunjungi (semisal ini), carrying cost-nya sebesar $1/unit/minggu sedangkan backlog cost-nya sebesar $2/unit/minggu.

3. jumlah order yang datang dan produk ditawarkan supplier yang fluktuatif

Ini menggambarkan keadaan riil apa yang akan dialami perusahaan selama hidupnya. Saat supply berlimpah, order justru sedikit. Akan tetapi saat supply terbatas, order yang diterima justru meningkat. Padahal dalam permainan tersebut juga ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Oleh karenanya, harus dipikirkan strategi agar ketika ada fluktuasi tersebut, kos yang harus ditanggung tidak terlalu besar.

Pengalaman saya, ketika kita mulai bisa memperkirakan berapa order berikutnya akan datang, ternyata terjadi fluktuasi yang begitu besar sehingga perkiraan kita menjadi salah dan jelas kos-nya semakin besar.

 

Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah langkah apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi ‘bullwhip effect‘? Bukan pertanyaan yang mudah dijawab bagi saya karena pengalaman saya yang masih minim ini. Akan tetapi, dari hasil bertanya pada Paman Gugel, saya mendapati beberapa strategi. Saya akan berusaha menjelaskan tapi jangan tanya saya tentang keabsahan strategi tersebut karena saya mendapatkan informasinya justru sesudah menjalani permainan sehingga tidak sempat saya mengujinya :D

 

Om Fario menjelaskan bahwa untuk mengurangi ‘bullwhip effect‘ bisa dengan komunikasi yang baik antar rantai. Akan tetapi, dalam permainan ini, informasi bersifat tertutup sehingga agaknya strategi yang dimaksud Om Fario sulit diterapkan dalam permainan. Namun, di lapangan langkah ini bisa ditempuh juga. :)

Saran yang lain adalah dengan mengurangi atau mengeliminasi delay waktu antar rantai. Dikatakan, dengan mengurangi separo waktu delay dapat mengurangi fluktuasi permintaan hingga sebesar 80%. Akibatnya, selain menghemat carrying cost, hal ini juga akan mengurangi biaya operasi kapasitas yang dibutuhkan untuk meng-handle fluktuasi ekstrim permintaan dapat dikurangi.

 

Akhirnya, dalam menghadapi fluktuasi permintaan dan supply di lapangan, komunikasi memang harus dilakukan. Saat ini sudah bukan jamannya lagi menutup informasi karena bagaimanapun juga terdapat berbagai macam media yang bisa digunakan untuk mencari informasi itu. Jika ingin memenangkan persaingan, barangkali justru lebih baik merangkul sebanyak mungkin pihak untuk menjaga hubungan jangka panjang alih-alih menutup informasi rapat-rapat dari orang lain.

 

Semoga bermanfaat. :)

6 comments so far

  1. Sunny on

    Terima kasih loh Mbak…sangat bermanfaat, kebetulan lagi ada tugas supply chain management nich..
    Tp, yg bener gimana sih Mbak, lebih besar carrying costnya apa backlog cost-nya? biar ga tambah bingung…
    Salam Kenal
    Sunny

    Setau saya lebih besar backlog cost. Memang ada beberapa perbedaan penetapan cost, tapi dari website-website mengenai beer game yang saya temui ini kebanyakan menetapkan backlog lebih besar daripada carrying cost.

    O iya, terima kasih atas komennya. Saya jadi sadar bahwa posting saya memang membingungkan untuk bagian itu :mrgreen:

  2. agam on

    sore, mbak wenny

    mbak minta situs untuk download beer game donk, makasih

  3. wennyaulia on

    @ agam
    maap beberapa link di file saya udah keapus…tapi coba ini deh:

    http://forio.com/resources/bullwhips-and-beer/
    web.mit.edu/jsterman/www/SDG/MFS/simplebeer.html
    http://beergame.mit.edu/guide.htm

  4. haris kurniawan on

    salam kenal mbak wen.

    tulisannya mbak bagaikan oase di padang pasir bagiku mbak, maksudnya aku bahasa inggrisnya bukan mepet lagi tapi udah mentok, alias sesekali sometimes yes bisa, and sometimes sesekali tidak bisa no ( he…he…)

    o ya mbak aku dapat tugas presentasi yang berkaitan dengan bullwhip effect buat bulan april, jadi masih bingung pwoolll….

    aku boleh nanya ya mbak ya???

    kalo bullwhip effect yang mbak kasih gambaran ke aku terjadi karena tidak adanya komunikasi antar rantai ya mbak??tapi aku liat di reference lain kan penyebabnya banyak mbak, nah rencananya kan aku mo simulasi juga buat beer gamenya, tapi ketika baca tulisannya mbak aku jadi ragu, soalnya ga pas, ketika referenceku bullwhip effect penyebabnya ga ada issue komunikasi, tapi lebih ke teknis nya….

    gimana tuh mbak…pls tolong saya ya mbak ya….

    makasih sebelumnya mbak

  5. Ingrid on

    alo ba salam kenal nich, aq skrg lg ada tugas tentang beer game, aq tuch sama sekali ga ngerti!! Ya bedanya aku buat bukan per kelompok tp per individu jd rada2 bingung..gmn ya cara kita maen pake excel maksudku, pake rumus nya? Gmn cara kita liat posisi retailer, wholesaler, factory dan lain2…THX

  6. Hassei on

    kyaa makasih ^^ lagi ada tugas ni ttg beer game hihihi akhirnya ketemu jg yang bahasa Indonesia ^^ makasih ya telah berbagi ilmu ^^

    sama-sama :)


Leave a reply