05.03.08

AsJiw

Posted in Manajemen, Miscellaneous, Opini, Uncategorized at 10:35 pm by wennyaulia

Setelah sebelumnya saya tulis tentang asuransi kesehatan, kali ini saya tulis tentang asuransi jiwa.

Emang bedanya apa?
Asuransi kesehatan, menurut Wikipedia, adalah sebuah jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Jenis asuransi ini lebih fokus pada kesehatan pemegang premi asuransi.
Sedangkan asuransi jiwa, menurut perencanakeuangan.com, adalah sebuah janji dari perusahaan asuransi kepada nasabahnya bahwa apabila si nasabah mengalami risiko kematian dalam hidupnya, maka perusahaan asuransi akan memberikan santunan dengan jumlah tertentu kepada ahli waris dari nasabah tersebut.

Tujuan pengambilan asuransi jiwa adalah agar keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki pendapatan berbentuk uang pertanggungan dari perusahaan asuransi jiwa tersebut, sekalipun tidak bersifat long-lasting (cincha lawrah banget). Setidaknya dengan demikian, beban finansial keluarga yang ditinggalkan dapat sedikit terbantukan.

Untuk menentukan program asuransi jiwa yang tepat, perlu dipertimbangkan jumlah tanggungan dan kewajiban (utang) yang harus dipenuhi. Misal, berapa jumlah istri dan anak, ada kredit rumah dan mobil atau tidak, sampai pada bagaimana gaya hidup keluarga. Yang saya sedikit tahu adalah asuransi berjangka dan unit-link. Asuransi berjangka dapat dibeli untuk jangka waktu yang ditentukan sendiri oleh nasabah. Bisa satu, lima, sepuluh, hingga 20 tahun. Untuk asuransi berjangka tahunan, biaya premi yang dibebankan akan selalu naik tiap tahun karena biaya premi akan melihat kemungkinan angka kematian nasabah. Normalnya, semakin bertambah tahun, semakin besar pula probabilitas angka kematian itu. Untuk asuransi berjangka 10 tahun, biaya premi yang ditanggung nasabah akan tetap selama 10 tahun itu.

Menurut saya pribadi, asuransi ini lebih dibutuhkan oleh seseorang yang telah berkeluarga karena ia memiliki tanggungan finansial untuk menghidupi keluarganya. Orang tua yang anak-anaknya sudah makmur dan bisa menghidupi dirinya sendiri mungkin sudah tidak terlalu memerlukan asuransi jiwa lagi. Sedangkan yang belum berkeluarga macam saya ini, mungkin lebih tepat bila asuransinya yang jenis kesehatan saja :mrgreen: .

27 Comments »

  1. marsini said,

    May 4, 2008 at 12:43 am

    Saya tetap pingin keduanya.
    Asuransi jiwa plus asuransi kesehatan. Tapi juga gak mengharapkan kecelakaan n sakit. Apalagi..

    saya pingin sehat selamat dunia akhirat :mrgreen:

  2. marsini said,

    May 4, 2008 at 12:45 am

    Ternyata tadi tuh dapet pertamax..
    Seneng deh.. :D

    selamat… :D

  3. Zulmasri said,

    May 4, 2008 at 10:06 am

    Setuju mbak. rencana nanti kalau anak sdh lahir akan ikut asuransi jiwa. kalau askes sdh.

    seepp.. :D

  4. John Etawa said,

    May 4, 2008 at 10:38 am

    Asuransi mah..emang penting..tapi yang lebih penting uangnya yang untuk premi asuransi.
    Salam Kenal

    hahaha
    benar!
    lam knal juga :)

  5. Latip said,

    May 4, 2008 at 10:40 am

    Ikutan dunk…gimana sih caranya daptar asuransi

    ada banyak perusahaan penyedia asjiw ini
    tanya2 aja dulu ke mereka :)

  6. Kang kardi said,

    May 4, 2008 at 10:41 am

    Perlu aku pertimbangkan nih….

    monggo.. :D

  7. maxbreaker said,

    May 4, 2008 at 1:39 pm

    kalau saya sih lebih suka menabung daripada ikut asuransi…

    uhm, dua hal yang berbeda menurut saya :D

  8. aminhers said,

    May 4, 2008 at 1:52 pm

    Pemahaman dan manfaat insurance di masyarakat masih kurang ! juga lembaga asuransinya juga terlalu exlusive !
    nice posting, met kenal ,saya tunggu kedatangannya !

    jangankan untuk bayar premi…untuk makan sehari-hari aja seringkali masih susah :P

  9. kalangkabut said,

    May 4, 2008 at 3:28 pm

    kayaknya lebih gampang dapet duit dengan cara menggadaikan jiwa kepada setan, mbak…

    —kabur—

    kamsudnyah? :?:
    *ngejar orang kabur :mrgreen:

  10. agungfirmansyah said,

    May 4, 2008 at 4:11 pm

    Wah, ini bisa jadi kesempatan pembunuhan berencana. Mendaftarkan anggota keluarga ke asuransi jiwa, terus bunuh tuh orang. Hmm…, serem.

    iya…kayak di tipi2 itu tuh.. :P

  11. ILYAS AFSOH said,

    May 4, 2008 at 4:56 pm

    Mbak wenny, saya kok malah tertarik pada tulisan yang dicoret, pada akhir paragraf.

    Saya ini marketer : Jadi, sepertinya Anda mengundang mereka yang sedang dalam penantian dalam samudera hidup :

    Mengundang Pria yang menanti sosok “SHE” seperti Anda

    Salam hormat

    saya bukan marketer… :P
    emang keliatan gitu ya?
    padahal maksudnya gak gitu lho…
    buat jayus2an aja

  12. Febra said,

    May 4, 2008 at 7:26 pm

    saya belum bekerluarga non, ikut yg kesehatan ah, heheheeh :D

    monggo.. :)

  13. babeh said,

    May 4, 2008 at 8:41 pm

    lha anaku dah pade gde nih, pa perlu asuransi? ya udah di bank ajah! sama ajah pa ngga sih?

    beda menurut saya
    walopun sama2 motifnya adalah jaga-jaga :mrgreen:

  14. antokoe said,

    May 5, 2008 at 2:20 am

    oke juga infonya, jujur aku masih gelap masalah asuransi, thanks.

    kulitsaya juga gelap kok… :D

  15. zulfaisalputera said,

    May 5, 2008 at 3:51 am

    Menarik juga baca uraian Mbak soal asuransi.
    Aku sendiri sudah terikat dengan beberapa asuransi yang praktis melekat dengan status kepegawaianku.
    Belum pernah ikut asuransi atas insiatif sendiri.
    Padahal kepikiran juga.
    Ayo, kapan ya aku kepengin sendiri?

    Tabik!

    saya juga belum ikut kok

  16. Yari NK said,

    May 5, 2008 at 6:54 am

    Yang perlu teliti dalam asuransi adalah cakupan polisnya dan juga pengalaman klaim dari nasabah2 lain, sulit atau tidak.

    benar…track record dia gitu…

  17. ika said,

    May 5, 2008 at 8:33 am

    wah iya ya,,sekarang ini banyak orang apply insurance,,hmm apa saya enaknya apply juga yah? *pikir2*

    kalo udah berkeluarga aja, mbak :)

  18. achoey sang khilaf said,

    May 5, 2008 at 8:50 am

    saa belum ikut asuransi apa pun
    ORTU saya sih ikut Asjiw dan Aspend

    kemaren sih ada temen yang nawarin
    tapi belum tertarik
    eh belum ada duit

    *padahal dulu pernah juga aku kerja di perush asuransi :lol: *

    lum ada duit? masalah sejuta umat tuh :mrgreen:

  19. Labyrinth™ said,

    May 5, 2008 at 9:38 am

    Wah,,, diriku ngak ikutan tuh yang kayak gitu2,

    Blom ngerasa perlu sie :D

    iye…kalo udah punya anak aja

  20. trijokobs said,

    May 5, 2008 at 10:25 am

    kalau saja kaum buruh mampu bayar premi asuransi jiwa… dan kesehatan, (bukan dr jamsostek lho ya).. kayaknya makmur bener nih negeri..
    sygnya, ini br menjadi mimpi buat mayoritas buruh.. :sad:

    synya belum ikut asjiw Mb. Wenny, tapi tak pertimbangkan setelah utang-utang lunas :D

    *kapan lunase yo*

    jangankan bayar premi, beli nasi aja setengah mati :D

  21. jokotaroeb said,

    May 5, 2008 at 11:24 am

    aSjIw….??

    sampe sekarang aku belum kepikiran tuh he…

    :mrgreen:

  22. uwiuw said,

    May 5, 2008 at 1:31 pm

    heheeh kalau ditanya paket asuransi mana yg dipilih, kayaknya jawaban sy itu idem. krn asuransi !@#! lebih baik diputer dlm bisnis aja deh :) safety2 kayak gitu kayaknya emang bukan selera (anak muda) sy. btw, good posting! nuansa baru nih!

    dooo..yang masih MUDA :mrgreen:

  23. chic said,

    May 5, 2008 at 3:32 pm

    apa bedanya dengan disimpang sendiri yang benar-benar dicadangkan untuk urusan kesehatan? itu kan hanya kedisiplinan membayar premi (pada diri sendiri) dan perjanjian (dengan diri sendiri) bahwa uang itu adalah untuk dana kesehatan yang ngga boleh diambil sembarang… sama ngga tuh konsepnya?

    mirip sih, mbak
    tapi kalo saya ya di disiplin itu poinnya. seringkali kita tergoda menggunakan uang yang kita miliki kalo kita sendiri yang mengelola…

  24. Menik said,

    May 5, 2008 at 3:57 pm

    saya baru konsen ke asuransi pendidikan…
    (kan bisa ngerangkep asjiw juga thow???) :P

    mungkin… :P

  25. langitjiwa said,

    May 5, 2008 at 7:47 pm

    waduh..,belum anak2ku aku asuransikan.

    bapaknya dulu aja yang diasuransikan :)

  26. Rafki RS said,

    May 5, 2008 at 11:48 pm

    Saat sekarang ini banyak yang mencampurkan asuransi dengan investasi. Sebaiknya kalau ikut asuransi ya pilih yang murni asuransi aja. Preminya lebih ringan. Kalau mau investasi ya, sebaiknya dipisah dari asuransi dengan membeli reksadana atau obligasi misalnya.
    Bahayanya jika asuransi digabung dengan investasi adalah kalau kita pas nggak punya uang untuk membayar preminya (yang jauh lebih besar dibanding asuransi murni), berarti kita wan prestasi. Akibatnya, tanggungan asuransinya jadi hilang. Akibatnya lagi, jika kita kenapa-kenapa pas saat itu, ya tak dapat pertanggungan apa-apa. Salam kenal.

    thx tanggapannya. salam kenal juga :)
    benar..itu juga yang harus dipertimbangkan calon nasabah.

  27. hanggadamai said,

    May 5, 2008 at 11:51 pm

    bentar lagi keknya mbak wenny juga ikutan asjiw… :mrgreen:

    masih luama, mas… :P
    ketoke kang achoey dulu deh
    secara dia kan udah mo dapet tanggungan :lol:

Leave a Comment