05.06.08

BBM Naik, Saya Panik

Posted in Heart, Manajemen, Opini at 2:09 am by wennyaulia

Liat di sini, situ, sono, sinu

mas SupriDiperkirakan, paling lambat 1 Juni mendatang harga BBM bersubsidi resmi naik. Harga BBM jenis premium akan naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter, solar naik dari Rp4.300 menjadi Rp5.500 per liter, dan minyak tanah naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.300 per liter.

Beuh…harus diet. Mas Supri juga harus diet (saatnya saya memperbanyak ke kampus naik motor teman :lol: ). Si Hengpong juga musti diet (saatnya make kartu punya teman :mrgreen: ). Ya..ya…di saat seperti inilah guna teman..untuk dimanfaatkan :P

Eniwei, serius niy. Pemerintah memang sedang menghadapi dilema. Di satu sisi, jika subsidi untuk BBM tidak dikurangi (yang berarti kenaikan harga BBM), APBN akan semakin terbebani akibat harga minyak dunia yang mencapai 120 dollar per barrel. Kenaikan harga BBM akan memberi ruang fiskal yang cukup besar untuk APBN. Ruang tersebut kemudian akan dialokasikan untuk pemberian BLT, penambahan cadangan risiko, pengurangan defisit, dan tambahan subsidi beras untuk masyarakat miskin (raskin). Diharapkan, dari sini inflasi bisa ditekan pada 11,1 persen dan pertumbuhan ekonomi dijaga pada 6,4 persen, dengan rasio penduduk miskin menjadi 14,2 persen

Meski demikian, di sisi lain, kebijakan kenaikan BBM sangat tidak populer karena bagaimanapun juga memberatkan ekonomi rakyat yang jika diibaratkan “sudah jatuh, tertimpa-timpa”: sebelum BBM benar-benar naik, harga sembako akan tambah naik…padahal pendapatan rakyat belum tentu naik. Hal ini akan berakibat pada daya beli masyarakat menurun dan kemiskinan akan mungkin meningkat. Dari segi indutri, daya beli masyarakat yang menurun ini akan mengurangi permintaan terhadap barang yang diproduksi, akibatnya gerak sektor ini akan melambat. Padahal, dari sinilah umumnya pendapatan masyarakat itu muncul. Lingkaran setan ya… :sad:
Belum lagi, sebentar lagi tahun 2009. Kebijakan yang tidak populer ini tentu mungkin akan mengancam posisi duo SBY-JK di mata masyarakat Endonesa di tahun tersebut. Ya kalo ini sih, saya gak mau ikut ambil pusing :lol:

Dari penjelasan MenKeu, memang sepertinya kebijakan ini yang paling sesuai. Toh, memang seharusnya, IMHO, subsidi untuk BBM dikurangi. Tapi, untuk rakyat jelata macam saya…yang serba pas-pasan…duh Gusti… :mrgreen:

Lalu musti gimana para rakyat jelata macam saya? Yah, tidak ada lain yang bisa dilakukan selain tetap giat belajar dan bekerja serta berdoa.
Ya Allah, berikanlah hambaMu ini jalan rejeki yang lapang dan thoyib agar saya bisa, dengan rizki dariMu, sedikit membantu hamba-hambaMu yang lain yang juga mengalami kesulitan. Amin…

61 Comments »

  1. Zulmasri said,

    May 6, 2008 at 3:41 am

    iya mbak wenny. sy lht dan dengar di tv tentang kebijakan yg tak bijak itu. mau berhemat bbm? yo gak bisa. lha sehari-hari jalur saya selalu sama. melewati jalan menuju puncak bukit pake motor 23 km. mau ganti dg sepeda sangat tdk mungkin. mau jalan kaki, waduh bisa bengkak nih kaki. jalan berhematnya ya motornya gak usah dijalankan. itu artinya gak masuk kerja. hah? mbolos?

    huehhehe…
    sama, pak
    siap2 kempol gedhe kalo maksain ke kampus jalan ato naek onthel :lol:

  2. ridu said,

    May 6, 2008 at 5:38 am

    menyeramkan banget.. inflasi dan rakyat kecil bakalan terjepit..

    ah…hidup ini.. :mrgreen:

  3. ompiq said,

    May 6, 2008 at 5:57 am

    Pemerintah Panik, BBM Naik!!!

    saya jadi panik jugak :sad:

  4. uthie said,

    May 6, 2008 at 6:08 am

    haduuuuh.. gawat.

    apa je?

  5. hanggadamai said,

    May 6, 2008 at 6:26 am

    kalo bbm naik tambah kempes deh kantungku :cry:

    emang punya kantung :roll:

  6. syahrizal pulungan said,

    May 6, 2008 at 7:46 am

    coba baca apa kata SBY untuk masalah BBM di
    http://asahannews.wordpress.com

    :mrgreen:

  7. fisha17 said,

    May 6, 2008 at 9:17 am

    amiiiin 1000x … dan saatnya neh cari mertua yang punya POM Bensin yang tersebar di seluruh penjuru dunia. :mrgreen:

    hahaha
    bener juga
    ijin kopas doanya, mas :D

  8. siHarri said,

    May 6, 2008 at 9:22 am

    menyeramkaaannn… bensin naik pendapatan blm naik2 :((

    *.curhat colongan

    he’eh :sad:

  9. rumputsawah said,

    May 6, 2008 at 10:44 am

    untungnya kampus sama kost ku dekat sehingga nggak habisin bensin banyak, tapi tetap aja 6000 perliter harus siap kencangkan ikat pinggang

    aku jauh je… :sad:

  10. nh18 said,

    May 6, 2008 at 12:18 pm

    HHmmm …
    Iya nih … sepertinya harus memperbanyak teman …
    supaya bisa ditebengin …

    (*merindukan angkutan kota yang nyaman dan aman …*)

    hahaha…itulah guna teman :P
    *jangan kapok temenan sama saya loh

  11. nisa said,

    May 6, 2008 at 12:23 pm

    sabar yah!! beralihlah ke sepeda!! selain ramah lingkungan juga bisa sekalian berolahraga!!

    what?!! 8 kilo naek sepeda?
    ngehek
    kempol saya… :sad:

  12. theloebizz said,

    May 6, 2008 at 12:37 pm

    dan sy terpaksa minta subsidi pada ortu sajah hehehehe… :mrgreen:

    saya…minta subsidi mbak fini aja
    *lho? :mrgreen:

  13. Advokatku said,

    May 6, 2008 at 1:19 pm

    Panik ??? !!! …. sama :-(

    hehehe :D
    ayo bikin aliansi orang panik akibat kenaikan bbm (AOPAKBBM) :lol:

  14. trijokobs said,

    May 6, 2008 at 1:47 pm

    ngeri amat ya.. lingkaran setannya.. :sad:
    semoga saja, lancar-lancar semua deh..
    gk kebayang kalau g lancar.. :roll:

    ayo Pak SBY, maling-maling kakap diurus dulu biar gk banyak maling-maling kecil yg maling karena lapar.

    *mesak ke Pak SBY*

    saya yo mbok dimesakke :lol:

  15. achoey sang khilaf said,

    May 6, 2008 at 1:48 pm

    iya nih
    kalo BBM naik semua harga bisa ikut naik
    lhakalo Mie Janda harganya saya naikkin
    bisa protes tuh konsumen

    binyung :(

    itu yang saya maksud lingkaran setan :)

  16. marsini said,

    May 6, 2008 at 2:06 pm

    aku malah dengarnya premium bakal naik jadi 7.500
    tinggi banget. apa gak mencekik tuh ? :(

    gak…itu merampok :mrgreen:

  17. alisyah said,

    May 6, 2008 at 2:11 pm

    kebijakan pemerintah koq malah makin merugikan masyarakat ya?

    terlihat merugikan memang…tapi mo gimana lagi
    ini fenomena yang dialami negara2 lain juga kok :)

  18. dedsatria said,

    May 6, 2008 at 2:33 pm

    maunya naik aja… turunnya kapan…..

    kalo saya udah gak manis lagi
    *lho? :mrgreen:

  19. diorockout said,

    May 6, 2008 at 4:29 pm

    mbak, postingan kita sama..
    ^^
    yang penting, BBM naek, uang saku naik..

    amiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn :mrgreen:

  20. Edi Psw said,

    May 6, 2008 at 4:32 pm

    BBM naik, semua barang akan ikut naik, karena ongkos untuk angkutannya juga naik.

    ho’oh :sad:

  21. Abeeayang™ said,

    May 6, 2008 at 5:41 pm

    wah….tambah tekor nich… :cry:

    eh ada kucing dua tekor
    *gak nyambung

  22. taqi said,

    May 6, 2008 at 8:02 pm

    kayaknya bagus juga deh naik..masayarakat jadi ngga hyper konsumtif terhadap energi dari sda yang terbatas gtu…:)..

    bergegassss cari laki raja minyak non…

    setuju…
    he?! laki raja minyak?!
    uhm…boljug niy sarannya
    *punya knalan raja minyak gak, bang? :mrgreen:

  23. Okta Sihotang said,

    May 6, 2008 at 8:23 pm

    untung okta ampe sekarang lom punya kendaraan, dan mo kuliah juga jalan kaki, so belum merasakan dampaknya secara siknifikan.. ;)

    hidup hanya sekali…
    cobao ngerasain :lol:

  24. masmoemet said,

    May 6, 2008 at 9:46 pm

    wedew … ngimbas di nasi serbu langgananku ga ya ?

    nasi serbu? apanya nasi kebuli tu? :roll:

  25. natazya said,

    May 6, 2008 at 11:26 pm

    ikut AMIEN…

    AMIEN…

    AMIEN…

    hiks… masih belum kaya dan sanggup buat naiknya apa apa :(

    moga kita cepat kaya
    amin :lol:

  26. Zul ... said,

    May 7, 2008 at 3:11 am

    Jangan panik, gitu dong!
    Naik kan biasa.
    Yang penting, atur kembali anggaran untuk kehidupan pascakenaikan harga BBM.

    Soal mau nebeng motor teman, emang pe de?

    Oke dah, selamat menantikan pengumuman kenaikan harga BBM

    Tabik!

    ya kalo gak mo ditebengin, dia minjemin saya motornya aja… :P

  27. iphan said,

    May 7, 2008 at 3:31 am

    haduh haduh,,, sebagai anak kos, bakal nambah melarat saya ini :(

    kalo melarat ya dinaikin lagi to… :P

  28. alex said,

    May 7, 2008 at 3:59 am

    ….
    Saya ndak panik lagi…

    Karena saya melihat ini cuma gejala utk meletupnya bisul lain di pemerintahan negara ini :mrgreen:

    Kalo sudah meletup, baru pada kelabakan para pengambil kebijakan itu nanti :roll:

    eh ada yang ndak bisa tidur jg..
    Jam segini kasih komen :mrgreen:

  29. R'kurniawan said,

    May 7, 2008 at 4:47 am

    parah nih..
    masa minjem punya temen semua
    kan kasian tuh yg jadi temen kamu?!!

    tapi boleh juga tuh klo kepepet
    minjem (ngerampok) punya temen
    that whats frens are for

    wakakakakaka………. :)

    jadi…kita berteman to, mas? :mrgreen:
    pinjem hape dunk..

  30. kw said,

    May 7, 2008 at 5:45 am

    pemerintah malas, tak mau cari cara alternatip. kalau cuman naik-naikin harga, siapapun bisa toh?

    :mrgreen:

  31. alex said,

    May 7, 2008 at 6:33 am

    Hehehe…
    Saya ini tidur seharinya memang cuma 4-5 jam. Pekerja malam soalnya :mrgreen:

    ooo….

  32. kakanda said,

    May 7, 2008 at 8:29 am

    Naik sepeda mba, bike 2 work,
    sehat :)

    waduw…juauh jeh.. :sad:

  33. pink said,

    May 7, 2008 at 8:34 am

    DZIGH!! BBM naek lagi? capcay deh…

    capcay kan enak… :D

  34. goldfriend said,

    May 7, 2008 at 9:17 am

    Saya nggak panik, cuma keteteran… :) Masalahnya, saya sudah panik dari dulu-dulu…. ;)

    hahaha…
    iya juga ya… :P

  35. azaxs said,

    May 7, 2008 at 11:06 am

    Wah ternyata kenaikan BBM sudah diposting mbak aulia duluan..

    Yup, BBM naik lagi, orang miskin juga bakalan bertambah… :(

    Sebenarnya kenaikan BBM bukanlah opsi terakhir jika saja pemerintah mau untuk bekerja lebih keras lagi…. Masih banyak dana negara yang dibawa lari Tikus2… jika saja dana itu bisa dikembalikan, APBN akan aman dan sama sekali tidak terancam..

    Salam kenal

    ya itu dia susahnya.. :mrgreen:

  36. tole said,

    May 7, 2008 at 1:19 pm

    pemerintah goblog…!!
    pemerintah seperti katak dalam tempurung, yang hanya terfokus pada BBM non renewable. baca koran gak sih…??!
    kan sudah ada temuan-temuan dari anak bangsa yang mengagumkan tentang BBM alternatif yg renewable seperti bahan bakar dari air laut dan bahan bakar dari plankton, sudah lolos uji mutu lagi, lalu..??? kenapa itu tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah. kalau itu ditindaklanjuti kan semua masalah mengenai pembengkakan anggaran subsidi dan sebagainya secara otomatis terpecahkan.. iya gak..??. pemerintah emang goblog…!

    sabar…sabar… :mrgreen:
    ngupi2 dulu yuk..

  37. babeh said,

    May 7, 2008 at 1:59 pm

    heuu, pengamat juga rupanyah……, peduli situasi….. whynot? emang pada khirnyah, ujungnyah, ga lain kecuali pasrah, dan do’a! betul! minta ajah sama ALLAH YANG MAHA MEMPUNYAI, gak pedulih pertamax 27ribuh, premium 17ribuh, minyak tanah 7ribuh…. gak peduliiiiiiii…. yuk kita berdo’a spya kita tetep diberi kesehatan dan kekuatan, amin. (*lom buru2 pulang nungguin kopi niiiihh, dah komen soalnyah*)

    setuju!
    amiiiinnnnnnnnnn :D

  38. HILMAN said,

    May 7, 2008 at 2:15 pm

    Mbak wenny aja panik, apalagi saya !!!! kacian jadi korban terussss….

    nyindir…nyindir.. :lol:

  39. itikkecil said,

    May 7, 2008 at 2:42 pm

    kalau sudah begini, yang sengsara pasti rakyat jelata seperti kita.

    yah mo gimana lagi… :sad:

  40. FraterTelo said,

    May 7, 2008 at 4:35 pm

    ya begitulah, dan ketika harga BBM naik, sdh dapat dipastikan harga2 kebutuhan pokok juga nimbrung naik kan mbak? lantas akan semakin banyak orang yang menderita, tidak hny panik seperti mbak Wenny.

    ya begitulah…. :)

  41. Gyl said,

    May 7, 2008 at 4:36 pm

    Hmmm.. kalo dulu Rp 10.000 dapat 2,22 liter. Sekarang cuma 1,67 liter. Naik lagi :( makin susah untuk nabung.

    Iya nich… BBM naik terus. Padahal udah ada energi alternatif tapi gak ditindak lanjuti. Mau pakai sepeda, tapi jalanan di Indonesia gak bersahabat dengan pengguna sepeda… pasti di klakson sama mobil mewah yang lagi buru-buru :mad:

    bener kalo APBN gak dikorupsi, pasti lancar-lancar aja. Dan cukup untuk menutupi kebutuhan sekarang… apalagi gaji pejabat dikurangi, termasuk fasilitas yang mereka minta dikurangi. Gaji jadi 11 juta aja masak kurang sich ?? malah udah cukup kalo menurutku.

    Tapi herannya aku pernah baca artikel yang menjelaskan bahwa pejabat gak semakmur yang dikira. Makanya mereka minta uang lebih terus :?

    Wah.. jadi OOT. Sori.. kembali ke BBM… dulu aku pernah baca kalo pemerintah pakai acuan harga BBM di luar negeri. Mereka bilang harga BBM di Indonesia termasuk murah. Dan di luar negeri jauh lebih mahal.

    Lah… itu mah urusan negara sana. Di sini ya jangan dibandingin dong… masa’ naikin harga gara-gara di luar negeri lebih mahal. Gak rasional banget. Emang kalo disana mahal di Indonesia harus mahal ya ? Aduh…

    Udahlah itu aja… panjang lagi nanti.

    sebenarnya tidak semudah itu juga lho, gyl… :)

  42. verri4 said,

    May 7, 2008 at 6:17 pm

    buehh.. dah ga usah panik…

    minta naik gaji aja buat yang udah ada penghasilan biar imbang.. wkekekekeke..

    nah itu dia yang saya mau :lol:

  43. realylife said,

    May 7, 2008 at 8:21 pm

    wah semuanya sehati ya
    ngomongin bbm
    smoga harganya sesuai aja ya

    sep… :D

  44. theaterofdreamz said,

    May 7, 2008 at 9:18 pm

    wah..setelah ini biaya pacaran harus diminimalisir nih… :D
    tapi nagapain ikut pusing..ikut panik…nyante aja napa??pemerintah panik,pemerintah pusing barin aja…..emang tugas mereka kq…klo mereka gag mau pusing ngapain dibayar mahal2 oleh rakyat…
    sebagai rakyat jelata kita harus mempersiapkan strategi menghadapi keadaan ini…liat sisi positfnya aja…ini mengajarkan kita menjadi hidup lebih hemat kan….

    hemat? melarat mungkin… :mrgreen:

  45. adams said,

    May 7, 2008 at 11:39 pm

    dilema merupakan masalah utama pemerintah :)

    he’eh :sad:

  46. BanNyu said,

    May 8, 2008 at 7:29 am

    Misi…. numpang lewat ; )

    Salam kenal.

    mampir dulu…ngupi2 :D

  47. BanNyu said,

    May 8, 2008 at 7:37 am

    Jadi inget si Black nih ???
    Waduhhh … musti di ‘Format Ulang’ nih settingannya. Plus di tempelin stiker di tangkinya “Kalo Pinjam isi Bensin ya ….” ha ha ha

    boljug tuh…. :P

  48. Santri Gundhul said,

    May 8, 2008 at 8:39 am

    Lah..ini nih yang namanya ” MAJU KEPENTHUNG, MUNDUR KEBENTUR ”
    Jadi…??? Maju terus BBM….( Biar Boke’ terus Meringis )

    iya… :sad:

  49. wier said,

    May 8, 2008 at 10:11 am

    BBM naik dampaknya ga cuma buat Mas Supri, Sang Perut setiap kali diisi nantinya juga mahal. Sekarang 3000 masih dapat nasi telur dadar, gak tau nanti 1 Juni :), dapat gorengan sebiji kah?

    mungkin cuma dapet remah-remah gorengan aja :lol:

  50. kabarihari said,

    May 8, 2008 at 10:27 am

    apapun yang terjadi hadapi sajalah…

    benar…

  51. elyswelt said,

    May 8, 2008 at 12:49 pm

    jadi mikir masyarakat kecil nih

    mikirin saya ya… :mrgreen:

  52. irrrr said,

    May 8, 2008 at 5:26 pm

    mang dah seharusnya subsidi minyak dicabut, dan dialihkan ke yang lebih penting.
    subsidi minyak sebagian besar yng nikmatin orang2 berduit juga… :(

    yup…benar…

  53. Menik said,

    May 8, 2008 at 8:39 pm

    duh, siap2 angkot di bogor naek taripnyah :(

    :mrgreen:

  54. presty larasati said,

    May 8, 2008 at 8:51 pm

    hikz… si kuning siap2 sering puasa nih..
    :mrgreen:

    waduw, apa tu kuning2 :roll:

  55. presty larasati said,

    May 8, 2008 at 8:53 pm

    @ bun2:
    pantes g pernah dibonceng ayah nek motor…
    lha wong naik angkot mulu..
    :lol: :lol: :lol:

    bunda yang merana… :lol:

  56. Heroe said,

    May 9, 2008 at 3:30 am

    Efek domino secara tidak langsung dari kenaikan BbM ini antara lain:
    1. nasi pecelnya Mbok Sri naik
    2. lombok, beras, tepung dan kawan-kawan semakin menggigit
    3. mau jalan-jalan ama pacar pake kendaraan bermotor harus pikir-pikir dulu…
    4. pagar kayu banyak yang hilang…
    5. RSJ di seluruh Indonesia semakin tinggi jumlah pasiennya…
    7. stock obat sakit kepala jadi langka
    8. anggota aliran “kay pang” bertebaran di jalan-jalan
    9. dukun banyak orderan

    :lol:

    masnya jadi banyak orderan dunk? :mrgreen:

  57. Pakacil said,

    May 9, 2008 at 3:51 am

    jadi kagum sama orang² jaman dulu, yg bisa²nya menemukan pepatah besar pasak dari pada tiang.
    lha…, kalau pasaknya terlampau besar ?
    :(

    kan dulu inflasi belum sebesar sekarang…

  58. detnot said,

    May 9, 2008 at 8:59 am

    Si Hengpong juga musti diet (saatnya make kartu punya teman :mrgreen: ). Ya..ya…di saat seperti inilah guna teman..untuk dimanfaatkan :P

    Eniwei, serius niy. Pemerintah memang sedang meng

    wkakaakakak setuju sekali jeng :x

    sini..pinjem hape :lol:

  59. scarface said,

    May 9, 2008 at 9:34 am

    kalo saya sih selama masih mapu kebeli ya alhamdulilah aja..mau protes juga ga akan didengerin..berdoa aja semoga masih ada duit tuk beli bensin :D

    benar….amin…

  60. cempluk said,

    May 9, 2008 at 1:18 pm

    bener sekali, imbas bbm naik pasti luar biasa thd daya beli masyarakat kecil…harga sembako naek, yang memberatkan masyarakat kecil..

    mudah2an, negeri ini bisa bangkit..amin

    amin :)

  61. Alimun Bidatisudur (Ali) said,

    June 4, 2008 at 10:06 am

    Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

    Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

    Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

    Mengapa???

    Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

    Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

    Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

    Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
    Maunya segalanya dituruti…..
    BBM Murah….
    Pendidikan murah bahkan gratis….
    Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
    Bebas penyakit….
    Bebas gizi buruk …..
    Jalan tidak berlubang……

    Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

    Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

    Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

    Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

    Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

    Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
    Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

    Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

    Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

    Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

    Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

    Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

    Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

    Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

    Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

    Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

    Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

    Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

    Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

    Cukup itu dulu dari saya ya……

Leave a Comment