05.09.08
depresiong
Ini udah agak lama kesimpen di draft. lum sempet nerusin….baru sekarang bisa
Habis baca artikel ini. Cukup menarik.
Intinya, di situ diterangkan bahwa tanpa terhalang persoalan budaya, depresi dan rasa tidak bahagia umumnya hinggap pada usia tengah baya. Jika digambarkan dalam kurva, menyerupai kurva U, yakni kebahagian tertinggi berada pada awal kehidupan dan menjelang akhir usia. Menurut penelitian itu, pria dan wanita Inggris mengalami krisis pada usia 44 tahun. Sementara di Amerika, prianya mengalami krisis pada usia 50 tahun dan wanitanya pada usia 40 tahun.
Dulu, saya pernah baca juga [lupa di mana] bahwa kebanyakan depresi akan dialami pada usia 25 tahunan (quarter life crisis bukan ya namanya?). Kalau gak salah ingat juga, ini disebabkan adanya pergantian fase kehidupan: dunia kerja dan jenjang keluarga.
Di Indonesia, beberapa waktu lalu, sering diberitakan anak usia sekolah yang bunuh diri akibat tidak mampu membayar biaya sekolah. Sampai pada cerita munculnya sosok di jembatan di bilangan Jakarta… yang berupa laki-laki yang konon bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan akibat putus cinta [ckckck]. Bukankah bunuh diri juga manifestasi dari depresi?
Belum lagi kalau membaca koran daerah. Di wilayah-wilayah agak dalam, sering ditemukan orang yang stres dan mengamuk tanpa sebab, pati obong, hingga pati membawa teman. [macam cerita romeo juliet saja].
Dan yang patut dicatat, di antara korban-korban depresi itu masih usia muda. Belum menginjak kepala empat [woo...kepala kok diinjak]. Bahkan banyak yang masih SD ato SMP. Berarti di beberapa kasus, korban sudah mendapat tekanan pikiran dan batin yang besar lebih cepat daripada yang diterima orang pada umumnya.
Indikasi apa ini? Sayang, dari artikel yang pertama, tidak disebutkan respondennya dari negara mana saja [hanya disebut 72 negara]. Jadi gak tau juga, apakah Indonesia termasuk di dalamnya atau tidak. Mungkin memang ini risiko hidup di negara berkembang. Banyak yang harus dihadapi.
Hanya saja, untuk saya sendiri, selalu diingat bahwa Tuhan tidak akan memberi ujian yang tidak sanggup diatasi makhluk-Nya. Berarti seberapa sulitpun keadaan yang kita hadapi, sebenarnya kita masih bisa menghadapinya. Asal kita mau berusaha dan berdoa. Optimis! ![]()


fisha17 said,
May 9, 2008 at 1:10 pm
hehehe pertama ya… depresiong tuh dari bahasa prancis ya?
JoEy D`JuVe said,
May 9, 2008 at 1:20 pm
Take a Deep Breath n Relax… wew de javu saya…
harriansyah said,
May 9, 2008 at 1:22 pm
mesti banyak2 sabar ajah
edratna said,
May 9, 2008 at 1:39 pm
Depresi bisa melanda umur berapapun…..namun sebetulnya awalnya karena adanya ketidak seimbangan, atau karena merasa kesepian….yang berakhir pada depresi.
Saya pernah menulis mengenai perasaan sepi ini di
http://edratna.wordpress.com/2007/10/18/
rasa-kesepian-bagaimana-mengatasinya/
Abeeayang™ said,
May 9, 2008 at 1:51 pm
optimis,…..tuhan tauk apa yang terbaik buwat mahluknyah…
hanggadamai said,
May 9, 2008 at 2:14 pm
man jadda wa jadda mbak..
barang siapa yg berusaha dg sungguh2 maka Allah akan mengabulkan permintaannya
ayaelectro said,
May 9, 2008 at 3:08 pm
masih muda masih tempramental, masih belum bisa menjaga emosi dan belum dengan tepat menemukan penyelesaian masalah terbaik. hem….
me said,
May 9, 2008 at 3:10 pm
kalo Endonesah mah, krisis sepanjang tahun…
hehe maaf OOT
salam kenal…
chic said,
May 9, 2008 at 4:30 pm
setuju sama paragraph terakhir… kalo ngga diuji, kita ngga akan pernah belajar…
natazya said,
May 9, 2008 at 4:54 pm
tanpa perlu disebutkan pastinya di indonesia banyak banget orang yang depresi… buktinya yang patologis juga banyak… ah… ta mungkin indonesia tidak termasuk ini mah…
Okta Sihotang said,
May 9, 2008 at 5:52 pm
depresiong itu sama ama depresi yak ??
*garut - garut kepala*
wah…take relax aja
ridu said,
May 9, 2008 at 6:48 pm
depresi?? bawaannya pasti mo bunuh diri.. cara yg cepet dan murah itu jarum di tusuk di urat nadi yg ada di leher, dijamin cepet
(lho, ngajarin yg gak bener)
iya sih emang intinya kita harus bisa optimis dan tawakal kepada Tuhan, ya namanya hidup pasti akan ada naik turunnya toh..
rumputsawah said,
May 9, 2008 at 7:34 pm
nggak terlalu baik larut dalam ketidak tentuan, masih banyak kerjaan yang harus dilakukan!
SQ said,
May 9, 2008 at 7:43 pm
Benar mbak..nggak ada ujian yang tidak bisa ditanggung, sama seperti penyakit yang pasti ada obatnya…cuma kita yang sering terluput menyadari…keep optimistic in dis life..ceeee …
ompiq said,
May 9, 2008 at 8:51 pm
Tuhan tidak akan memberi ujian melebihi kemempuan manusia.
Berbeda dengan Ujian Akhir Nasional ya….Sering melebihi kemampuan siswa.
*Tidak ada manusia standart*
pilabeanku said,
May 9, 2008 at 10:48 pm
santai aja, nikmati apa yang bisa dinikmati…
bertobat selagi ada waktu…sebelum, depresi mengajak ke puntu maut…
Zulmasri said,
May 10, 2008 at 1:21 am
depresi? ih nggak lah.
depresi merupakan wujud dari rasa putus asa. kira-kira mbak wenny pernah ngalamin nggak?
taqi said,
May 10, 2008 at 2:30 am
depresi kira2 sama ngga sama depresiasi? nyehehe…
Bocah Cilik said,
May 10, 2008 at 3:30 am
Itu karena kurang mensyukuri nikmat. Jadinya apa-apa terasa berat dan kemudian menyalahkan Tuhan, kemudian mulai menjauhi Tuhan dan akhirnya berbuat sesuatu yang dilarang.
Sepertinya itu sudah menggejala di mana-mana. Kalau 72 negara, saya percaya. Orang di negara manapun stressnya sama : stress dengan kehidupan.
ika said,
May 10, 2008 at 11:25 am
wah setuju sekali mbak,,Tuhan gak akan kasi cobaan yang melebihi kemampuan umatnya…
DJoniE said,
May 12, 2008 at 10:04 am
Wen, lagi depresi?
Wen, jangan bunuh diri….
Udah lah Wen, dia emang gitu kok….
Wen,, Wen,,
*apa sih?